Image Slider

Tak Cukup waktu

Selasa, 22 Oktober 2019
Apa kabar, Kamu-nya aku?

Kau tahu? Aku tidak pernah punya cukup waktu untuk sempat menyampaikan ini kepadamu di menjelang berakhirnya kebersamaan kita. Kalau saat itu aku tidak sempat berbasa-basi memberi salam perpisahan, itu juga karena waktu tak bisa berkompromi. Aku selalu berharap agar waktu bisa berkerja sama untuk tidak berjalan begitu cepat, tapi ternyata tidak bisa. Aku pernah berpikir untuk menghentikan waktu agar rentang antara kita tidak semakin melebar, tapi dari mana aku punya kekuatan untuk itu? Aku juga sempat berniat memutarbalikkan waktu, tapi itu pun tidak mungkin. Mengulang waktu tidak menjamin jalan cerita yang telah diarahkan oleh takdir akan menuju ke akhir yang berbeda.

Akan ada hari saat akhirnya kau mengerti bahwa apa yang pernah kita lewati adalah apa yang akan terus kau bawa sampai nanti. Bila saat itu tiba, kau boleh marah dan boleh menyesal, tapi tetaplah mencoba berbesar hati. Silakan membenciku, atau menangisiku, tapi jangan lupakan aku. Salahkan aku, atau maafkan aku, tapi belajarlah mengingatku sebagai anugerah. Aku akan tetap di tempatku, diam-diam mengawasimu hingga datang masa saat akhirnya kau tak lagi mengenaliku meski aku tak pernah menjauh darimu.

Jadi, maaf kalau aku tidak pernah punya banyak waktu untukmu. Jika banyak rencana tidak sempat terlaksana, simpan saja sebagai impian. Jika banyak janji yang tidak sempat terpenuhi, anggap saja itu candaku. Jika nanti kau merindukanku, temui aku di antara rencana dan janji yang berserak di sela waktu. Aku di sana, menunggumu hadir di antara tidur dan terjagamu.

Aku tidak pernah benar-benar pergi jika kau benar-benar mencari

Tulang Rusuk

Senin, 21 Oktober 2019
Di dalam hidup ini seseorang membutuhkan pasangan untuk saling cinta, men-support, menyayangi, menjaga dan mengisi satu sama lain, dan mencari pasangan yang cocok yang apa yang kita inginkan itu tidak gampang, Cinta di kehidupan nyata itu tidak mudah seperti sinetron yang selalu happy ending.

Semua rasa ada di cinta, mulai rasa sampai bahagia, dari seseorang kamu banyak belajar memahami isi dunia ini.

Lalu apa yang di cari?

Yaa, bukan cinta yang hanya sesaat, namun cinta yang kuat, tidak mudah untuk mendapatkan-nya.
Semua butuh perjuangan yang di luar logika.
Dan cinta itu kadang ajaib, kadang datang di waktu yang tidak tepat dan tidak datang di waktu yang di butuhkan.
Tapi cinta itu hebat, sampai sampai di luar nalar dan logika manusia.

Dan terus-lah mencari tulang rusukmu untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Bertahanlah dalam pelukku

Jumat, 18 Oktober 2019
Kadang kata tak bisa menjabarkanmu,
kadang nada tak bisa melantunkan serupa doamu.
Sejajar denganmu, serendah inginku.
Jangan lagi pergi, bertahanlah dalam pelukku.
Namamu yang tak pernah kutemukan dalam perbendaharaan kata.
Dan sekarang satu-satunya yang sering kusebut setiap bicara.
Tenggelamkan egoku, tumpahkan tangismu.
Cintai aku sekali lagi, pertahankan aku dalam pelukmu.

Kepada hati

hai hati,
iya aku menulis surat pertama ku untukmu.

kamu heran? akupun heran?
aku hanya berpikir kalau aku harus berterima kasih kepadamu duhai hatiku
kamu yang selama ini menuntunku, kamu anugrah dari Allah SWT.
jadi kamu pantas untuk mendapatkan surat pertama ini.

aku berterimakasih kepadamu, karena selama ini kamu sudah bekerja dengan sangat keras.
maafkan aku hati, terkadang aku menyakitimu, terkadang aku menyingkirkanmu.
sungguh aku tak bermaksud begitu, terkadang kamu harus ku singkirkan karena aku lebih mementingkan pikiranku.
ya aku tahu, kamu dan pikiran memang susah sekali untuk menyatu. tapi ayolah bersahabatlah mulai dari sekarang. oke?

aku berterimakasih juga kepadamu hati, krn kamu memilih hati yang lain untuk menemaniku.
walaupun kamu juga pernah sakit karenanya. namun tetaplah percaya hati kalau pilihanmu memang benar dan tepat.
aku mohon kamu jangan pernah bosan dan menyerah begitu saja ya hati. aku kuat karenamu, jadi kamu harus kuat.

oh ya ini aku hadiahkan untukmu, apa kamu senang? tentu kamu harus senang karena akupun senang.
ini awal tahun aku harap kamu semakin kuat, karena di tahun kemarin kamu hampir hancur karena diriku sendiri.

maafkan aku, dan sekali lagi terimakasih hati. :)

Hati-hati jatuh, hati..

Kamis, 17 Oktober 2019
Surat ini aku tulis untukmu, Hati.
Akhir-akhir ini sepertinya kau mulai sedikit ceroboh.
Sudah berulang kali aku katakan, bukan? Kau harus berhati-hati, Hati. Kau tidak mungkin ingin terjatuh karena rasanya sakit.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya terperosok dalam dan tidak ada bantuan, bukan? Rasanya lebih mengerikan daripada jatuh cinta sendirian.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya tersandung untuk ke sekian kalinya ke dalam kesalahan yang sama, bukan? Rasanya lebih menyakitkan daripada menemukan orang yang kau jadikan nomor satu, menjadikanmu sebuah pilihan.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya meloncat-loncat kegirangan tapi kemudian kehilangan pijakan, bukan? Rasanya lebih menyedihkan daripada sepasang kekasih yang baru memutuskan berpisah karena tak lagi saling mencintai.

Tolong lebih berhati-hatilah, Hati. Hati-hati jatuh hati.

 

surat ini dibuat tahun 2013 diblog berbeda, kutuliskan kembali diblog ini sebagai pengingat beberapa tahun lalu sambil ditemani lagu knife - rockwell dan gemericik hujan dimalam hari.. 

Kamu, biar saja untukku selamanya

Selasa, 15 Oktober 2019



Untuk kamu,

lelaki dengan kostum badut yang selalu dapat memancing tawaku,

tak peduli hujan atau panas tetap saja melucu dengan kata dan tingkahmu,

aku ingin duduk disini saja,

memandangmu sepanjang hari..



Untuk kamu,

lelaki dengan bahu kokoh yang berjanji di sampingku selalu,

yang membiarkan aku menangis hingga tertidur dalam pelukmu tiap kali luka menghampiri,

aku ingin menghentikan waktu,

lalu tertidur di pelukanmu dan tak pernah terbangun lagi..



Untuk kamu,

lelaki yang membawa mawar merah dan membacakan sajak-sajak indah,

membiarkan aku tersipu tiap kali kamu merayu,

aku tak pernah ingin kencan kita berakhir,

kuingin waktu hanya untuk kita..



Untuk kamu,

yang tak pernah ingin kubagi,

biar saja untukku selamanya..