Surat ini aku tulis untukmu, Hati.
Akhir-akhir ini sepertinya kau mulai sedikit ceroboh.
Sudah berulang kali aku katakan, bukan? Kau harus berhati-hati, Hati. Kau tidak mungkin ingin terjatuh karena rasanya sakit.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya terperosok dalam dan tidak ada bantuan, bukan? Rasanya lebih mengerikan daripada jatuh cinta sendirian.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya tersandung untuk ke sekian kalinya ke dalam kesalahan yang sama, bukan? Rasanya lebih menyakitkan daripada menemukan orang yang kau jadikan nomor satu, menjadikanmu sebuah pilihan.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya meloncat-loncat kegirangan tapi kemudian kehilangan pijakan, bukan? Rasanya lebih menyedihkan daripada sepasang kekasih yang baru memutuskan berpisah karena tak lagi saling mencintai.
Akhir-akhir ini sepertinya kau mulai sedikit ceroboh.
Sudah berulang kali aku katakan, bukan? Kau harus berhati-hati, Hati. Kau tidak mungkin ingin terjatuh karena rasanya sakit.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya terperosok dalam dan tidak ada bantuan, bukan? Rasanya lebih mengerikan daripada jatuh cinta sendirian.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya tersandung untuk ke sekian kalinya ke dalam kesalahan yang sama, bukan? Rasanya lebih menyakitkan daripada menemukan orang yang kau jadikan nomor satu, menjadikanmu sebuah pilihan.
Hati-hati jatuh, Hati.
Kau tidak mungkin lupa rasanya meloncat-loncat kegirangan tapi kemudian kehilangan pijakan, bukan? Rasanya lebih menyedihkan daripada sepasang kekasih yang baru memutuskan berpisah karena tak lagi saling mencintai.

Post Comment
Posting Komentar